SUMENEP, arusmadura.com — Madrasah Ar-Rasyid menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman madrasah, Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi siswa untuk memahami keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diikuti siswa, guru, pengurus yayasan, pengasuh madrasah, dan undangan. Rangkaian acara diisi pembacaan shalawat, tausiah, dan doa.
Baca juga: Peringati 81 Tahun Kemerdekaan RI, Sejumlah Komunitas Gelar Gerakan Membaca Bersa
Dalam tausiahnya, Associate Professor K. Dr. (cand.) Shulhan, S.Pd.I., M.Pd. mengajak peserta tidak menjadikan Maulid sekadar peringatan tahunan. Ia menekankan pentingnya menunjukkan penghormatan kepada Nabi, termasuk saat mengikuti shalawat qiyam.
“Kalau kita kedatangan tamu agung, apalagi kiai, kita berdiri dan menunjukkan sikap hormat. Jangan sampai ketika membaca shalawat qiyam kita justru cengengesan atau tidak menunjukkan penghormatan,” pesan Shulhan.
Menurutnya, kecintaan kepada Nabi harus diwujudkan melalui akhlak dan perilaku sehari-hari.
“Maulid bukan hanya tentang bagaimana kita memperingati kelahiran Nabi, tetapi bagaimana setelah peringatan ini kita berusaha menghadirkan akhlak Nabi dalam kehidupan kita,” ujarnya.
Baca juga: Maulid Nabi di BAZNAS Sumenep, Jamaah Diajak Perkuat Kepedulian Sosial
Shulhan juga mengajak para siswa menjadikan kerapian dan kebersihan sebagai bagian dari keteladanan. Tidak hanya penampilan, tetapi juga kerapian hati, pikiran, ucapan, perilaku, serta lingkungan.
“Kalau kita mengaku mencintai Nabi, maka kecintaan itu harus terlihat dalam kehidupan kita. Kita harus belajar mencintai kerapian, kebersihan, dan keteraturan, baik di luar maupun di dalam diri kita,” tegasnya.
Selain itu, ia mengaitkan keteladanan Rasulullah dengan kepedulian terhadap alam.
Menurutnya, semangat rahmatan lil ‘alamin dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, merawat tanaman, dan menggunakan air secara bijak.
(Cdr/ArusMadura)
Komentar Pembaca