Iklan
Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
› Tonton Selengkapnya
ArusMadura.com Mengabarkan Fakta dan Suara dari Madura Kabar Politik, Pendidikan, Sosial dan Masyarakat Madura Independen, Kritis dan Berpihak pada Kepentingan Publik ArusMadura.com — Media Berita Madura
Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan

Setelah Wisuda, Kita Tidak Selalu Tahu Harus Ke Mana

Setelah Wisuda, Kita Tidak Selalu Tahu Harus Ke Mana
Setelah Wisuda, Kita Tidak Selalu Tahu Harus Ke Mana (Ilustrasi:Ai)

OPINI, arusmadura.com Wisuda sering kali terlihat seperti garis akhir. Foto dengan toga, senyum bersama keluarga, ucapan selamat dari teman-teman, lalu unggahan di media sosial dengan kalimat penuh harapan tentang masa depan.

Namun, ada satu bagian dari wisuda yang jarang dibicarakan: perasaan bingung setelah semuanya selesai.

Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketika ijazah sudah di tangan, justru muncul pertanyaan yang selama ini mungkin sengaja kita simpan.

Setelah ini mau ke mana?

Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mencari kerja? Melanjutkan pendidikan? Membangun usaha? Mengabdi di masyarakat? Atau pulang ke rumah sambil menyusun kembali hidup yang selama empat tahun lebih banyak dihabiskan untuk mengejar tugas, menghadiri perkuliahan, menyelesaikan skripsi, dan bertahan sampai akhirnya dinyatakan lulus?

Tidak semua sarjana langsung menemukan jawabannya.

Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dan menurut saya, itu bukan sesuatu yang harus membuat kita malu.

Kita terlalu sering melihat keberhasilan orang lain hanya dari hasil akhirnya. Ada teman yang setelah wisuda langsung bekerja. Ada yang diterima di perusahaan besar. Ada yang melanjutkan S2. Ada yang menjadi guru, ASN, pengusaha, atau memilih jalan lain yang terlihat begitu jelas.

Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sementara kita mungkin masih duduk sendiri, membuka ponsel, melihat lowongan pekerjaan satu per satu, kemudian bertanya dalam hati, “Aku sebenarnya cocok di mana?”

Di titik itulah sebagian lulusan merasa tertinggal.

Padahal, hidup bukan perlombaan yang memiliki satu garis finis dan satu waktu keberangkatan.

Lulus kuliah memang sebuah pencapaian. Namun, gelar sarjana tidak otomatis membuat seluruh hidup setelahnya menjadi tertata.

Ijazah bisa membuka pintu, tetapi kita tetap harus menentukan pintu mana yang ingin diketuk.

Karena itu, kepada teman-teman mahasiswa yang sebentar lagi wisuda, saya ingin mengatakan: jangan terlalu takut jika setelah mendapatkan gelar sarjana kalian belum memiliki peta kehidupan yang sempurna.

Memulai dari pekerjaan kecil bukan sebuah kegagalan.

Belajar dari bawah juga bukan sesuatu yang memalukan.

Lamaran pekerjaan yang berkali-kali ditolak bukan berarti perjalanan harus berhenti.

Begitu pula ketika usaha pertama belum berhasil atau kita harus pulang ke rumah untuk menata kembali rencana.

Yang berbahaya bukan ketika kita belum tahu harus ke mana.

Yang berbahaya adalah ketika kebingungan membuat kita berhenti berjalan.

Sebab setelah kampus selesai, pendidikan sebenarnya belum berakhir. Justru kehidupan akan memberikan pelajaran yang tidak selalu ada di ruang kelas: bagaimana menghadapi penolakan, mengelola kegagalan, bertanggung jawab terhadap pilihan, menghargai proses, dan tetap berdiri ketika keadaan tidak sesuai dengan harapan.

Maka, jangan ukur masa depan hanya dari seberapa cepat seseorang mendapatkan pekerjaan setelah wisuda.

Ada orang yang cepat mendapatkan pekerjaan tetapi belum menemukan dirinya.

Ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang sebelum menemukan jalan yang benar-benar ingin ditempuh.

Setiap orang memiliki waktunya sendiri.

Selama kesempatan belum datang, kita tetap bisa mempersiapkan diri. Belajar lagi. Membaca lagi. Membangun relasi. Mengasah kemampuan. Mencoba hal baru. Berani keluar dari zona nyaman.

Yang paling penting, jangan berhenti percaya bahwa satu pintu yang tertutup bukan berarti semua jalan ikut berakhir.

Wisuda menandai selesainya satu fase, sekaligus membuka fase baru yang jauh lebih nyata.

Mungkin setelah toga dilepas, kita belum tahu akan menjadi apa.

Tidak masalah.

Kita tidak harus memiliki seluruh jawaban hari ini.

Sebab pada akhirnya, masa depan bukan hanya milik mereka yang sejak awal tahu hendak pergi ke mana. Masa depan juga milik mereka yang berani berjalan meski pada awalnya hanya memiliki sedikit keyakinan dan banyak pertanyaan.

Hari ini kita mungkin bertanya, “Setelah S1, aku mau ke mana?”

Biarkan pertanyaan itu menjadi awal pencarian, bukan alasan untuk menyerah.

Karena hidup tidak selalu meminta kita tahu seluruh jalan. Kadang, kita hanya perlu berani mengambil langkah pertama.


Penulis: Moh Tohari

SALURAN WHATSAPP

Ikuti Saluran WhatsApp ArusMadura.com

Dapatkan berita terbaru Madura langsung di WhatsApp Anda. Kritis, terpercaya, dan tanpa ketinggalan informasi penting.

Ikuti Sekarang
RUANG PEMBACA

Komentar Pembaca

0 komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

SELANJUTNYA

UPDATE

TERKINI

SELENGKAPNYA
MULTIMEDIA

VIDEO POPULER

NEWS

BERITA TERBARU

SELENGKAPNYA
KABUPATEN

SUMENEP

LIHAT SEMUA
KABUPATEN

PAMEKASAN

LIHAT SEMUA
KABUPATEN

SAMPANG

LIHAT SEMUA
KABUPATEN

BANGKALAN

LIHAT SEMUA
PARTISIPASI PUBLIK

LAPORAN WARGA

!

Punya informasi?

Sampaikan informasi atau peristiwa di sekitar Anda kepada redaksi ArusMadura.com.

🔒

Privasi Pelapor
Identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya.

REGIONAL

MADURA

LIHAT SEMUA
Iklan
Rp
DUKUNG JURNALISME

Dukung ArusMadura.com

Bantu kami menjaga jurnalisme yang kritis, independen, dan terpercaya untuk masyarakat Madura.

Setiap dukungan membantu keberlanjutan ArusMadura.com.
DUKUNG ARUSMADURA.COM

Scan QRIS untuk Mendukung

Scan QRIS berikut menggunakan aplikasi pembayaran Anda.

QRIS ArusMadura.com
Terima kasih telah mendukung jurnalisme ArusMadura.com.