SUMENEP, arusmadura.com — Kelompok Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) STITA menggelar Deklarasi Anti-Bullying serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di SDN Belluk Raja, Kecamatan Ambunten, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan bertema “Stop Bullying! Jadilah Teman yang Baik dan Saling Menghargai” itu diikuti para siswa. Mahasiswa KPM STITA Posko 4 memberikan edukasi tentang bentuk bullying, dampaknya, serta pentingnya berani melapor kepada guru.
Baca juga: Sosialisasi Anti-Bullying, KKN UIN Madura Ajak Santri Bangun Pertemanan Positif
Narasumber kegiatan, Ahmad Mazuli, mengatakan bullying tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa karena dapat membuat orang lain merasa takut, sedih, dan tertekan.
“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman, nyaman, dihargai, dan mendapatkan perlakuan yang baik di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SDN Belluk Raja, Abdur Rahman, mengapresiasi kegiatan yang digelar KPM STITA. Menurutnya, edukasi tentang bullying penting diberikan sejak dini kepada siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan KPM STITA. Edukasi tentang bullying penting diberikan sejak dini,” katanya.
Baca juga: Maulid Nabi Jadi Momentum Pelantikan BEM STITA Sumenep
Ia berharap pemahaman tersebut dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan begitu, lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua siswa,” harapnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Deklarasi Anti-Bullying sebagai bentuk komitmen bersama untuk menolak bullying dan kekerasan di lingkungan SDN Belluk Raja.
(Thr/ArusMadura)
[…] Baca juga: Stop Bullying! KPM STITA Tanamkan Budaya Saling Menghargai […]