SUMENEP, arusmadura.com – Kelompok Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) STITA Posko 4 Desa Beluk Raja, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, menggelar sosialisasi pengolahan temulawak menjadi jamu herbal bubuk, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut menyasar masyarakat Desa Beluk Raja, khususnya ibu-ibu. Mahasiswa menggelar kegiatan itu sebagai bagian dari program wajib KPM berbasis partisipasi masyarakat.
Baca juga: Sosialisasi Anti-Bullying, KKN UIN Madura Ajak Santri Bangun Pertemanan Positif
Mahasiswa KPM mengajak warga memanfaatkan temulawak yang tumbuh di sekitar desa. Mereka mengolahnya menjadi produk praktis yang memiliki nilai ekonomi.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KPM menjelaskan manfaat temulawak. Mereka juga mengajarkan tahapan pengolahannya menjadi jamu bubuk.
Mahasiswa KPM kemudian memberikan praktik secara langsung. Tahapannya meliputi pemilihan bahan, pencucian, pengirisan, penyangraian, penghalusan hingga pengemasan.
Narasumber kegiatan, Insan Kamil, mengatakan temulawak termasuk bahan herbal yang cukup mudah warga temukan di sekitar desa.
Menurut dia, warga dapat mengolah temulawak menjadi produk yang lebih praktis dan memiliki nilai ekonomi.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mengetahui cara mengolah temulawak, tetapi juga mampu mengembangkan produk tersebut secara mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ketua PKK Desa Beluk Raja, Riskiyah Ningsih, mengapresiasi kegiatan yang mahasiswa KPM STITA gelar tersebut.
Baca juga: Perkuat Tata Kelola dan Mutu Akademik, FEBI INKADHA Benchmarking ke FE UIN Maliki Malang
Menurut Riskiyah, masyarakat dapat menerapkan keterampilan tersebut setelah kegiatan KPM selesai. Ia berharap warga tidak berhenti membuat jamu temulawak selama program berlangsung.
“Program ini sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap ibu-ibu dapat melanjutkan pembuatan jamu temulawak ini dan mengembangkannya menjadi produk yang dapat memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat,” katanya.
Salah seorang warga, Ahma Susiyani, turut menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai jamu temulawak dalam bentuk bubuk lebih praktis untuk konsumsi keluarga.
“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Produknya bagus dan bermanfaat. Insyaallah, jamu temulawak ini siap kami lanjutkan dan kembangkan bersama ibu-ibu di desa,” ujarnya.
KPM STITA Posko 4 berharap warga Desa Beluk Raja dapat mengembangkan potensi temulawak di lingkungan mereka.
Baca juga: Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Umat, INKADHA Gandeng BAZNAS Sumenep
Pengolahan sederhana, kemasan menarik, dan pemasaran yang tepat dapat meningkatkan nilai jual jamu temulawak bubuk.
Kegiatan tersebut juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa KPM, PKK, dan masyarakat. Mereka bersama-sama mendorong pemanfaatan potensi lokal untuk mengembangkan ekonomi Desa Beluk Raja.
(Khs/ArusMadura)
[…] Baca juga: KPM STITA Olah Temulawak Jadi Jamu Bubuk Bernilai Ekonomi di Desa Beluk Raja […]