SUMENEP, arusmadura.com — Kondisi jalan rusak di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi keluhan masyarakat. Kerusakan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dinilai menghambat berbagai aktivitas warga, mulai dari pendidikan, pertanian, hingga akses pelayanan kesehatan.
Saat musim hujan, sejumlah ruas jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang sulit dilalui kendaraan. Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, debu beterbangan dan lubang-lubang jalan tetap membahayakan pengguna jalan.
Bagi masyarakat setempat, jalan bukan hanya sarana penghubung antarwilayah. Infrastruktur tersebut menjadi akses utama yang menopang kehidupan sehari-hari warga. Anak-anak menggunakannya untuk berangkat ke sekolah, petani untuk mengangkut hasil panen, serta masyarakat umum untuk menjangkau berbagai layanan publik.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar. Mereka harus melewati jalan berlumpur ketika hujan turun dan menghadapi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang. Situasi ini dinilai dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan siswa dalam menempuh pendidikan.
Di sektor pertanian, kerusakan jalan juga berdampak pada proses distribusi hasil panen. Warga menilai akses yang tidak memadai menyebabkan biaya transportasi meningkat dan waktu pengiriman menjadi lebih lama.
“Jalan yang baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkap tokoh masyarakat Montorna, M. Roqiburrahman, Rabu (03/06/2026).
Tak hanya itu, persoalan infrastruktur jalan turut berpengaruh terhadap akses layanan kesehatan. Warga mengaku pernah mengalami kesulitan saat harus membawa pasien menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang sulit dilalui kendaraan.
Menurut warga, pembangunan jalan menjadi kebutuhan mendasar yang perlu mendapatkan perhatian serius. Sebab, keberadaan infrastruktur yang layak akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah dapat menjadikan perbaikan jalan sebagai salah satu prioritas pembangunan, mengingat manfaatnya yang dirasakan oleh seluruh lapisan warga.
“Warga meminta pemerintah untuk mengevaluasi skala prioritas pembangunan dan memberikan perhatian lebih besar terhadap perbaikan infrastruktur jalan yang telah lama menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Montorna,” tambahnya.
Warga meyakini bahwa perbaikan jalan tidak hanya menyelesaikan persoalan akses transportasi, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi kemajuan desa. Dengan jalan yang layak, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat diyakini dapat berjalan lebih optimal.
Karena itu, masyarakat Montorna berharap keluhan yang selama ini mereka sampaikan dapat segera mendapat tindak lanjut, sehingga kebutuhan dasar berupa infrastruktur jalan yang aman dan layak dapat terwujud.
