ARUSMADURA.COM – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) menggelar kajian bertajuk “Lipstick Effect di Era Rupiah Tertekan, Antara Strategi Bertahan dan Gaya Hidup Konsumtif” di Kampus INKADHA Blok A, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh pengurus, kader, dan anggota PMII INKADHA tersebut menjadi ruang diskusi untuk membahas fenomena ekonomi yang tengah menjadi perhatian publik, khususnya terkait pelemahan nilai tukar rupiah dan pengaruhnya terhadap pola konsumsi masyarakat.
Wakil Ketua I PK PMII INKADHA, Tola’ Iraksa, yang bertindak sebagai pemantik dalam kajian tersebut menjelaskan bahwa lipstick effect merupakan fenomena ekonomi perilaku yang menunjukkan kecenderungan masyarakat tetap melakukan konsumsi pada barang-barang tertentu untuk memperoleh kepuasan psikologis meskipun kondisi ekonomi sedang mengalami tekanan.
“Ketika daya beli masyarakat menurun akibat kondisi ekonomi yang tidak stabil, sebagian orang tidak serta-merta menghentikan konsumsi. Mereka justru mengalihkan pengeluaran pada barang yang relatif lebih terjangkau tetapi mampu memberikan kepuasan emosional. Fenomena inilah yang dikenal sebagai lipstick effect,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, peserta turut menyoroti dampak media sosial terhadap perubahan gaya hidup generasi muda. Salah satu peserta, Candra, kader PMII INKADHA angkatan 2024, menilai media sosial memiliki peran besar dalam membentuk pola konsumsi masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.
“Media sosial saat ini tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga membentuk persepsi tentang gaya hidup. Banyak anak muda yang terdorong membeli sesuatu bukan karena kebutuhan, melainkan karena ingin mengikuti tren yang mereka lihat di media sosial,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa mampu menggunakan media sosial secara bijak dan tidak menjadikannya sebagai tolak ukur dalam menentukan kebutuhan hidup sehari-hari.
Kajian berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta. Melalui kegiatan tersebut, PMII INKADHA berharap kader dan anggota dapat memahami persoalan ekonomi kontemporer secara lebih mendalam sekaligus merumuskan sikap yang kritis dalam menghadapi tantangan ekonomi dan budaya konsumtif di era digital.
Editor : Ptr
