ARUSMADURA.COM — Dilansir dari NU Online, Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (Nahdlatul Ulama) 2026 dipastikan akan digelar di dua lokasi, yakni Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, serta Kabupaten Bangkalan, Madura.
Kepastian tersebut disampaikan dalam Rapat Gabungan Syuriah–Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Dalam skema yang disiapkan, seluruh rangkaian sidang dan musyawarah akan dipusatkan di Pesantren Al Falah Ploso, sementara pembukaan atau penutupan direncanakan berlangsung di Bangkalan.
Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori menjelaskan bahwa kemungkinan pembukaan atau penutupan di Madura masih terbuka, terutama jika dihadiri Presiden.
“Tadi sudah dirancang oleh Organizing Committee (OC) bahwa pembukaan atau penutupan bisa di Madura, tetapi semua proses sidang-sidang musyawarah di Ploso. Hanya kemungkinan kalau pembukaan itu bisa dihadiri Presiden, ya di Madura,” ujarnya.
Namun ia menegaskan kehadiran Presiden masih belum pasti.
“Belum. Ya, nanti kita kan ada komunikasikan. Komunikasi kehadiran karena ada berita, informasi, kalau pada hari pembukaan itu beliau (Presiden Prabowo) ada di Turki. Ya, kita nanti lihat-lihat. Bisa fleksibel,” jelasnya.
Selain itu, penutupan juga berpotensi digelar di Madura dengan agenda istighosah sebagai penutup rangkaian kegiatan.
“Hanya kemungkinan kalau pembukaan itu bisa dihadiri Presiden, ya di Madura. Kalau tidak, penutupan bisa di Madura dengan diisi istighosah untuk menjalin kebersamaan. Kita ingin Munas-Konbes ini berjalan baik, lancar, dan berbahagia bersama. Itu yang paling pokok,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa penentuan tema Munas-Konbes akan diserahkan kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, sementara usulan logo juga disebut sudah mendapat persetujuan.
“Saya akan minta kepada Sekretaris SC untuk diteruskan ke Rais Aam dan Ketum,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Munas-Konbes NU 2026, H Saifullah Yusuf, menyebut PWNU diminta mempersiapkan usulan dan partisipasi secara optimal. Ia juga memastikan kesiapan Pesantren Al Falah Ploso sebagai lokasi utama sidang.
“Secara prinsip, Ploso sudah siap untuk ditempati persidangan-persidangannya. Kemudian, fasilitas-fasilitas lain yang insyaallah cukup memadai, hubungannya juga memadai,” pungkasnya.
Dengan skema dua lokasi ini, Munas-Konbes NU 2026 diharapkan tetap berjalan efektif tanpa mengurangi substansi forum musyawarah organisasi. (Fr)
