Beranda Berita Pemerintahan Politik Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Pendidikan Kampus Olahraga Teknologi Sains Kesehatan Wisata Budaya Sastra Hiburan Lifestyle Opini Editorial Foto Video Daerah Nasional Internasional

Diduga Dicuri, Besi Kursi Taman Kampong Arab Hilang dan Tinggalkan Kerusakan

ARUSMADURA — Salah satu fasilitas di Taman Kampong Arab, Kabupaten Sumenep, mengalami kerusakan setelah bagian besi pada kursi taman dilaporkan hilang. Komponen yang diduga dicuri oleh orang tak dikenal itu menyebabkan kursi tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

Kerusakan tersebut menjadi perhatian warga karena Taman Kampong Arab selama ini dikenal sebagai salah satu ruang publik yang cukup ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore dan malam hari. Selain digunakan untuk bersantai, kawasan itu juga kerap menjadi tempat berkumpul berbagai kalangan.

Hilangnya bagian besi pada kursi taman tidak hanya mengurangi kenyamanan pengunjung, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan apabila tetap digunakan. Hingga kini, belum diketahui secara pasti kapan peristiwa tersebut terjadi maupun siapa pihak yang bertanggung jawab.

Kondisi itu disayangkan banyak pihak mengingat Taman Kampong Arab merupakan hasil penataan kawasan yang sebelumnya dikenal kurang terawat. Dahulu, lokasi tersebut bahkan sempat menjadi area pembuangan sampah sebelum akhirnya direvitalisasi menjadi ruang terbuka yang lebih representatif bagi masyarakat.

Aktivis lingkungan Sumenep, Zainur Rosy, menilai tindakan perusakan maupun pencurian fasilitas umum tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele. Menurutnya, fasilitas yang tersedia di ruang publik merupakan aset bersama yang keberadaannya harus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau perlu kita laporkan ke pihak berwajib,” tegas Zainur Rosy, Minggu (21/06/2026) malam.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam mengawasi lingkungan sekitar sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Kesadaran untuk menjaga fasilitas umum, kata dia, harus tumbuh seiring dengan berbagai upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah.

Menurut Zainur, ruang publik yang telah dibangun dengan anggaran dan tenaga yang besar tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila dirusak oleh segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Jika aksi vandalisme dan dugaan pencurian fasilitas umum terus terjadi, bukan tidak mungkin ruang-ruang publik yang telah dibangun dengan biaya dan tenaga besar akan kembali rusak, bahkan kehilangan fungsinya sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya fasilitas baru, tetapi juga dari kemampuan bersama dalam menjaga dan merawatnya agar tetap dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. (Cdr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *