Iklan
Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan
› Tonton Selengkapnya
ArusMadura.com Mengabarkan Fakta dan Suara dari Madura • Kabar Politik, Pendidikan, Sosial dan Masyarakat Madura • Independen, Kritis dan Berpihak pada Kepentingan Publik • ArusMadura.com — Media Berita Madura
Iklan Iklan Iklan Iklan Iklan

Belanja Modal Baru Terealisasi 38,30 Persen, FAKTA Desak Pemkab Sumenep Evaluasi

Belanja Modal Baru Terealisasi 38,30 Persen, FAKTA Desak Pemkab Sumenep Evaluasi
Moh. Nurul Hidayatullah, Presiden FAKTA Foundation. (Foto: Istimewa)

SUMENEP, arusmadura.com — Realisasi belanja modal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep hingga triwulan III Tahun Anggaran (TA) 2026 menjadi sorotan. Berdasarkan keterangan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep, realisasi belanja modal baru mencapai 38,30 persen.

Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar Rp88,02 miliar anggaran belanja modal yang belum terealisasi.

Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kondisi itu mendapat sorotan dari FAKTA Foundation. Presiden FAKTA Foundation, Moh. Nurul Hidayatullah, mendesak Pemkab Sumenep memberikan penjelasan terbuka terkait rendahnya realisasi belanja modal tersebut.

Menurutnya, rendahnya realisasi tidak semestinya hanya dilihat sebagai persoalan teknis birokrasi. Sebab, belanja modal berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Kalau sampai triwulan III baru terealisasi 38,30 persen, publik perlu tahu apa yang terjadi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan,” katanya.

Ia meminta Pemkab Sumenep membuka informasi mengenai program yang belum berjalan, OPD dengan realisasi rendah, serta kendala yang menyebabkan keterlambatan.

Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menurutnya, penjelasan pemerintah tidak cukup hanya menyebut kegiatan masih dalam proses. Data, progres, kendala, dan target penyelesaian dinilai perlu disampaikan kepada publik.

“Transparansi anggaran bukan kemurahan hati pemerintah, tetapi bagian dari pertanggungjawaban kepada masyarakat,” tegasnya.

Iklan
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

FAKTA juga mendorong Pemkab Sumenep mengevaluasi persoalan tersebut sejak tahap perencanaan. Jika keterlambatan disebabkan proses pengadaan, dokumen perencanaan, maupun kapasitas OPD, menurut FAKTA, persoalan tersebut perlu dijelaskan dan dibenahi.

“Kalau masalahnya berulang setiap tahun, berarti yang perlu dibenahi bukan hanya prosedurnya, tetapi juga sistem perencanaannya,” ujarnya.

Selain mengevaluasi realisasi anggaran, FAKTA mengingatkan Pemkab Sumenep agar tidak melakukan percepatan pekerjaan secara berlebihan menjelang akhir tahun hanya untuk mengejar serapan anggaran.

Menurut Hidayatullah, capaian realisasi anggaran tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Kualitas pekerjaan, ketepatan sasaran, manfaat bagi masyarakat, dan pertanggungjawaban juga harus menjadi perhatian.

Ia juga menyoroti kemungkinan munculnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) apabila sejumlah program tidak terealisasi hingga akhir tahun. Menurutnya, anggaran yang kembali menjadi SiLPA tetap perlu dievaluasi apabila penyebabnya adalah program yang tidak terlaksana.

“Pertanyaannya bukan sekadar uangnya masih ada atau tidak. Pertanyaannya, berapa banyak kebutuhan masyarakat yang gagal dipenuhi karena program tersebut tidak berjalan?” katanya.

FAKTA mendesak Pemkab Sumenep melakukan sejumlah langkah, di antaranya membuka data kegiatan dan paket belanja modal yang belum terealisasi, mengevaluasi OPD dengan realisasi rendah, memperketat pengawasan terhadap pekerjaan akhir tahun, serta memperluas akses informasi bagi publik.

“Kami tidak sedang menghitung berapa rupiah yang bisa dihabiskan pemerintah. Kami mempertanyakan berapa banyak manfaat yang benar-benar diterima masyarakat dari setiap rupiah APBD,” tuturnya.

FAKTA menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut melalui kajian, permintaan informasi publik, dan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan.

Hidayatullah menegaskan kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kontrol publik dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Kalau perencanaannya benar, pelaksanaannya jelas, dan anggarannya transparan, tidak ada alasan untuk takut diawasi,” pungkasnya.


Penulis : Putri

Editor : Aam

SALURAN WHATSAPP

Ikuti Saluran WhatsApp ArusMadura.com

Dapatkan berita terbaru Madura langsung di WhatsApp Anda. Kritis, terpercaya, dan tanpa ketinggalan informasi penting.

Ikuti Sekarang →
RUANG PEMBACA

Komentar Pembaca

0 komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

SELANJUTNYA

UPDATE

TERKINI

SELENGKAPNYA
MULTIMEDIA

VIDEO POPULER

NEWS

BERITA TERBARU

SELENGKAPNYA
KABUPATEN

SUMENEP

LIHAT SEMUA
KABUPATEN

PAMEKASAN

LIHAT SEMUA
KABUPATEN

SAMPANG

LIHAT SEMUA
KABUPATEN

BANGKALAN

LIHAT SEMUA
PARTISIPASI PUBLIK

LAPORAN WARGA

!

Punya informasi?

Sampaikan informasi atau peristiwa di sekitar Anda kepada redaksi ArusMadura.com.

🔒

Privasi Pelapor
Identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya.

REGIONAL

MADURA

LIHAT SEMUA
Iklan
Rp
DUKUNG JURNALISME

Dukung ArusMadura.com

Bantu kami menjaga jurnalisme yang kritis, independen, dan terpercaya untuk masyarakat Madura.

Setiap dukungan membantu keberlanjutan ArusMadura.com.
DUKUNG ARUSMADURA.COM

Scan QRIS untuk Mendukung

Scan QRIS berikut menggunakan aplikasi pembayaran Anda.

QRIS ArusMadura.com
Terima kasih telah mendukung jurnalisme ArusMadura.com.